Friday, March 16, 2012

MENUJU POLISI SIPIL YANG AKUNTABEL

BY Dimas Dody No comments


Perjalanan reformasi Polri seiring proses reformasi nasional berkembang dan mengalami perubahan yang signifikan dari waktu ke waktu hampir di segala bidang kehidupan. Namun, pada intinya perkembangan tersebut mengacu pada agenda pemerintah dalam bidang politik, hukum, dan keamanan. Perombakan di segala bidang itulah yang nantinya diarahkan untuk mewujudkan Indonesia yang aman dan damai sehingga tercapai kesejahteraan, demokrasi, dan keadilan. Polri sendiri selaku pelaksana pemerintahan di bidang keamanan telah menjabarkan agenda Politik Strategi Keamanan (Polstrakam) ke dalam tiga pokok penting. Polstrakam itu meliputi pendekatan pelayanan keamanan kepada masyarakat seluas–luasnya sepanjang waktu sehingga menumbuhkan kepercayaan publik (public trust), mempercepat proses penegakan supremasi hukum untuk mewujudkan masyarakat patuh hukum, dan secara sinergi bersama seluruh komponen instansi guna memelihara dan mewujudkan keamanan dalam negeri.

Paradigma Polri dalam Masyarakat Demokratis

Bangkitnya era reformasi nasional yang dilanjutkan dengan reformasi Polri telah merubah sistem penyelenggaraan ketatanegaraan yang menganut paradigma baru dengan menjunjung tinggi supremasi hukum, moral, dan etika. Tidak hanya itu, paradigma baru pun tercipta dalam tatanan demokrasi, Hak Asasi Manusia (HAM), transparansi, dan keadilan.
Dalam perjalanan menuju Kepolisian Negara Republik Indonesia yang Profesional, Bermoral dan Modern, Polri tidak terlepas dari berbagai hal. Termasuk di antaranya perkembangan kepolisian yang berorientasi tugas sebagai penegak hukum dan pemelihara ketertiban dengan mencanangkan berbagai perubahan paradigma. Reformasi Polri telah dilaksanakan dalam berbagai hal. Mencakup di antaranya dengan pencanangan berbagai perubahan paradigma, antara lain Polri tidak mengabdi kepada kekuasaan (bukan alat politik), melainkan sebagai abdi negara yang peka dan tanggap akan kebutuhan masyarakat.  Selain itu, Polri juga tidak akan lagi bersikap reaktif (reactive policing) dalam menghadapi kejahatan. Saat ini model kerja profesionalisme Polri yang semula mengedepankan kecepatan waktu dan ketanggapsegeraan telah bergeser menjadi Polri yang proaktif (proactive policing), dengan melibatkan kegiatan intelijen.
Polri juga mencanangkan perubahan paradigma dalam bentuk penerapan strategi community policing untuk membangun Polri yang profesional dan dekat dengan masyarakat. Di samping itu, Polri juga menerapkan penegakan hukum yang menjunjung tinggi supremasi dan hak asasi manusia (HAM) sebagai indikator suatu negara hukum yang berdaulat

0 comments:

Post a Comment